Pemberian vaksisn BCG menimbulkan
kekebalan aktif terhadap penyakit Tuberculosis (TBC). Aksisn BCG diberikan
sekali sebelum bayi umur 2 bulan (Depkes: 0-12 bulan). BCG ulangan tidak
dianjurkan sebab keberhasilannya diragukan.
Vaksin
BCG disuntikkan secara intacutan didaerah insersio m. deltoideus dengan
dosis untuk bayi < 1 tahun sebanyak 0,05 ml dan untuk anak 0,10 ml. Pada
bayi perempuan dapat diberikan suntikan di paha kanan atas.
Kemasan
yang dibuat oleh Biofarma berupa ampul 80 dosis bayi dan 4 ml pelarut NaCl
0,9%. Vaksin BCG mengandung bakteri hidup yang dilemahkan dari biakan Bacillus Calmette-Guerin 50.000-1
juta partikel perdosis. Secara fisik berupa vaksin beku kering tahan beku,
stabilitas terhadap panas sedang. Setelah dilarutkan vaksin mudah rusak bila
kena panas atau terkena sinar matahari. Vaksin disimpan dalam lemari es suhu
2-8° C dengan masa kadaluarsa 1 tahun dan harus terlindungi dari sinar matahari
langsung atau tidak langsung. Apabila vaksisn telah dilarutkan maka harus
dipakai dalam jangka waktu 3 jam.
Kontraindikasi dari vaksin BCG
pasien akan mengalami imunokompromis (leukimia, pengobatan steroid jangka
panjang, dan inveksi HIV). Rekasi yang mungkin terjadi :
Komplikasi yang dapat terjadi
berupa abses ditempat suntikan karena suntikan terlalu dalam (subkutan). Abses
bersifat tenang (cold abses) dan akan
sembuh spontan. Bila abses telah matang (merah, fluktuasi dan kulit tipis)
sebaiknya dilakukan aspirasi dan jangan di insisi. Komplikasi lain adalah
limfadentis supurativa yang terjadi pada suntikan yang terlalu dalam atau dosis
yang telalu tinggi. Proses ini bersifat tenang dan akan sembuh dalam waktu 2-6
bulan. Bila proses ini telah matang dilakkan aspirasi dan jangan diinsisi.
Sumber : Mansjoer A.2000.Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 2.Jakarta: Media Aesculapius.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar